Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2012

Pesan Dan Do'a peringatan Tahun Baru Islam 1434 H di Nambangan Surabaya




Sumbersegoro :
Jumat, 23 Nopember 2012 seluruh warga Nambangan Cumpat ini berkumpul, dari Bapak-bapak, Ibu-ibu serta anak-anak. Mereka berkumpul di tengah-tengah Kampung mereka untuk menggelar acara peringatan Tahun Baru Islam 1434 H.

Peringatan yang bertemakan Istighfar dan Istighosah ini dimulai dari jam 19.30 WIB sampai dengan 22.30 WIB. Dalam acara ini Mubaligh berpesan agar kita jangan sampai terpecah dan tetap menjaga tali persaudaraan. Para masyarakat harus waspada akan fitnah-fitnah yang menimbulkan perpecahan. "Sampean-sampean kabeh harus tetap berpikir dingin, jangan mudah terpancing emosi" ujar mubaligh. "Kalau kita mengumbar emosi bisa menimbulkan perpecahan sesama saudara dan nantinya pihak ketigalah yang senang kalau kita terpecah, karena itu tujuan mereka"lanjutnya.



Acara kemudian dilanjutkan dengan Istighosah dan diakhiri dengan Do'a : 
Dalam Do'a mereka meminta : 
1. Agar Penambangan Pasir Laut di wilayah Suramadu ini dihentikan
2. Do'a untuk Umat Islam di Palestina dan Myanmar yang saat ini mendapat Coba'an

Sedikit Dokumentasi peringatan tersebut :

















 

Dokumentasi diambil di :
 Nambangan Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Kota Surabaya

Baca lebih lanjut →

Kamis, 01 November 2012

AKSI DEMO SEHARIAN WARGA NAMBANGAN CUMPAT, KENJERAN SURABAYA TERHADAP PENGERUKAN PASIR SURABAYA







sumbersegoro : senin, 29 Oktober 2012 ratusan nelayan libur melaut mereka melakukan aksi demo terhadap pengerukan pasir di selat madura (surabaya) yang dilakukan oleh PT Gora Gahana. 

Seluruh warga nambangan cumpat yang berada di kawasan kenjeran kota surabaya ini menggelar aksi demo sepanjang jalan dan berpuncak di Kelurahan Kedung Cowek. Mereka mengecam pengerukan pasir yang dilakukan oleh PT. Gora Gahana.

Para Nelayan tersebut mendesak agar Pajabat terkait tidak hanya mementingkan uang dan memperbesar penghasilannya dengan mengorbankan masyarakat kecil. Memang banyak pejabat yang Pro dengan PT. Gora Gahana dan menganggap bahwa aksi demo masayarakat nelayan tersebut dikarenakan kurangnya "sosialisasi" (dalam arti kompensasi berbentuk uang), tapi "sosialisasi" dalam bentuk apapun sudah pasti akan tetap ditolak warga karena mereka telah merasakan akibat penambangan pasir pada tahun-tahun sebelumnya dan seluruh warga telah bersumpah untuk menolak penambangan pasir tersebut.




Para Nelayan tersebut pernah ditawari akan kompensasi tersebut dan ditolak mentah-mentah oleh para nelayan karena berbagai alasan, diantaranya :
  1. Dengan rusaknya ekosistem laut otomatis penghasilan mereka juga akan berkurang dan ini butuh bertahun - tahun untuk memulihkannya.
  2. Perkampungan di pesisir pantai terancam amblas. "Karena jelas tanah yang berada di bawah rumah-rumah penduduk akan tergerus ke bawah akibat pengerukan pasir tersebut.
  3. Pantai mereka telah hilang karena pasir di sekitar rumah mereka tergerus sampai kedalaman 3 meter, hal ini membuat ombak laut langsung berbenturan dengan rumah warga. sampai sekarang sedikitnya sudah 3 rumah warga yang hancur terkena ombak.
  4. dan banyak lagi dampak lainnya akibat pengerukan pasir tersebut) ucap Massa nelayan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pesisir Suramadu (FMPS) tersebut.
Koordinator FMPS, Munir mendesak pemerintah setempat mematuhi rencana tata ruang dan tata wilayah perairan Selat Madura. Pengerukan pasir laut oleh PT Gora Gahana berada di zona III yang tidak diperuntukan untuk areal penambangan.

“Karena PT Gora Gahana yang didukung oleh Lantamal V TNI AL telah melakukan pelanggaran Pasal 35 (i), Undang-undang tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, kami minta Lurah mendukung penolakan ini,” ujar Munir. 


Didesak warga, Lurah Kedung Cowek, Abdul Bahri akhirnya bersedia membuat surat pernyataan mendukung penolakan penambangan pasir. “Nelayan tidak menghendaki pengerukan pasir di kawasan Suramadu. Saya sebagai lurah juga menolak pengerukan dan meminta PT Gora Gahana untuk koordinasi dengan pihak terkait,” kata Abdul Bahri.  

Abdul Bahri mengaku belum menjadi Lurah Kedung Cowek saat terbit izin penambangan pasir tahun 2006. Dia juga tidak dapat menjamin apakah surat pernyataannya menolak penambangan pasir memiliki kekuatan hukum. 

Dari sekitar 5.300 warga Kelurahan Kedung Cowek, lebih dari separonya adalah nelayan. Penambangan pasir laut di kawasan Selat Madura menyebabkan berkurangnya tangkapan ikan.

Tak sampai disitu perjuangan Para nelayan di Selat Madura ini, mereka menyandera kapal keruk milik PT Gora Gahana yang dijaga ketat delapan personel TNI.

Sekitar pukul 18.00 WIB, para nelayan yang tinggal di kawasan Nambangan, Kenjeran ini, berbondong-bondong menuju zona tiga, sekitar tiga mil dari bibir pantai. Di atas perahu miliknya, massa kemudian mengepung kapal yang digunakan PT Gora Gahana untuk mengeruk pasir di kedalaman laut, sekitar 12 meter.

Mereka berteriak-teriak di atas perahu mengecam aksi pengerukan pasir yang dilakukan PT Gora Gahana yang dilindungi Dispotmar Lantamal V TNI AL.

"Maling pasir. Maling pasir. Maling pasir," teriak mereka, Senin (29/10).

Sempat terjadi perak mulut antara massa dengan delapan anggota TNI yang berada di atas kapal keruk. Sementara para nelayan yang menyiapkan bom molotov di perahunya, menantang para anggota TNI tersebut bertarung fisik di atas laut.

Para nelayan di Selat Madura ini, meminta kapal keruk tersebut segera dipindah dari pantai paling lambat hingga besok pagi.

"Jika tidak, kami akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi, untuk mengusir kapal tersebut dari Selat Madura. Bahkan, tadi saya sudah ditelepon oleh teman-teman nelayan di Pulau Madura yang siap bergabung," kata salah satu pengunjuk rasa, Munir.



Sumber : 
2. vhrmedia.com
3. Seputar Indonesia
4. Trans 7
5. Observasi langsung
Baca lebih lanjut →

Minggu, 28 Oktober 2012

WARGA NAMBANGAN CUMPAT DEMO RUMAH PELAKU KOMPLOTAN PT. GORA GAHANA


sumberseogoro News: Tak seperti biasanya malam ini banyak sekali warga yang keluar dari rumahnya dan berkumpul di jalan. Beberapa warga yang tidak tahupun juga ikutan berkumpul di jalan raya, mereka penasaran ada apa sampai begitu banyak orang dijalan. 

Cerita dari mulut-kemulut tersebar begitu cepat. Terdengar berita bahwa PT. Gora Gahana (Perusahaan yang ngotot untuk melakukan pengerukan di wilayah pencarian ikan warga) telah mendapati 700 KK (Kartu Keluarga) Penduduk sekitar. Mereka mendapatkan KK tersebut dari 2 petugas kelurahan Kedung Cowek. Kedua petugas tersebut telah mengambil copy KK warga dengan alasan karena adanya bantuan KB dari Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut diutarakan oleh beberapa warga Cumpat yang pertamakali mendatangi rumah 2 Petugas Kelurahan dan Kecamatan tersebut. Kedua petugas itu memang biasanya mengambil KTP maupun KK warga sekitar karena ada suatu kegiatan di Kelurahan atau Kecamatan (bantuan RASKIN, Pelatihan, Penimbangan Balita, dll). 

Biasanya kedua petugas tersebut mengambil Copy KTP dan KK pada pagi hari dimana semua kepala rumah tangga sedang kelaut mencari ikan. Mereka mengambil fotocopy tersebut pada Istri-Istri atau anak warga. Mereka mengambil tanpa ada sesuatu yang sulit. Karena setiap Ibu-ibu rumah tangga pasti akan memberikan Copy KTP dan KK kalau mereka dijanjikan sebuah bantuan dari pemerintah.

Mendengar Penipuan pengumpulan KK tersebut bukan untuk Bantuan KB dari pemerintah melainkan untuk diberikan kepada PT. Gora Gahana (Perusahaan yang selama ini bentrok dengan warga, dimana telah beberapa kali didapati warga sedang mengambil pasir laut dan diusir beberapa warga) Sontak Warga Nambangan kaget akan berita tersebut. Tak lama semua warga mulai berkumpul di jalan. Ibu-ibu yang merasa ditipu mulai berkumpul dan mendemo Rumah Petugas tersebut. Ibu-ibu tersebut minta kepada petugas tersebut untuk mengembalikan Copy KK yang telah mereka berikan. 

Petugas itupun melakukan pembelaan bahwa dia memang mengambil copy KK untuk pandataan warga miskin untuk diberikan bantuan. Akan tetapi warga yang mulai memuncak emosinya mulai mengambil copy KTP tersebut dan membakarnya. 

"jarno gak oleh bantuan, timbang segoroku dikeruk (tidak masalah tidak dapat bantuan, asal lautku tidak dikeruk" ujar salah satu warga. 

Keterangan :
sampai tulisan ini saya buat, masih belum terbukti kebenarannya bahwa kedua petugas tersebut merupakan antek-antek PT. Gora Gahana
Baca lebih lanjut →

Kamis, 28 Juni 2012

Kodam V Brawijaya Buka Pendaftaran Secaba


Kodam V/Brawijaya membuka pendaftaran Sekolah Calon Bintara (Secaba) tahun 2012.

Kesempatan ini berlaku bagi lulusan SMA/MA atau setara mulai tanggal 9-20 Juli 2012 di masing-masing wilayah Jatim, yakni Madiun (Ajenrem 081/DSJ Madiun), Mojokerto (Ajenrem 082 Mojokerto 3), Malang (Ajenrem 083 Malang), Ajendam V/Brawijaya Malang, dan Surabaya di Ajenrem 084/BJ Surabaya.

Kepala Penerangan Letnan Kolonel Totok Sugiharto di Surabaya Kamis (21/6/2012) mengatakan, beberapa persyaratan antara lain, umur pada saat masuk pendidikan tanggal 5 November 2012 tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22tahun, tidak kehilangan hak menjadi prajurit TNI, berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, berbadan sehat jasmani dan rohani, lulusan SMA/MA atau setara, belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan pertama, tinggi badan tidak kurang dari 165 Cm dan berat badan seimbang, bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung.

“Bila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Pendidikan Pertama, jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti Dikma,” katanya.

Calon yang lolos menurut Sugiharto, harus sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi Bintara dan bersedia ditempatkan dimana saja, di seluruh wilayah Republik Indonesia, harus ada persetujuan dari orang tua/wali, harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi administrasi, kesehatan, jasmani, wawancara, dan psikologi.

“Cara mendaftarnya, calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan foto copy, kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA), akte kelahiran/akte kenal lahir, KTP calon dan KTP orang tua/wali, kartu keluarga, STTB SD, SMP/MTS dan SMA/MA dan yang disetarakan berikut NUAN,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, persyaratan lain tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota bdan lainnya kecuali karena ketentuan agama/adat. Bagi yang mendapat ijazah dari Negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.

Sementara Bagi yang sudah bekerja melampirkan Surat Persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/instansi dan bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Prajurit Bintara PK TNI AD.“Untuk mendapatkan informasi secara lengkap, para pendaftar bisa menghubungi panitia penerimaan pendaftaran di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Pelaksanaan Rik/Uji Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Wawancara tingkat Sub Panitia Daerah, dimulai pada tanggal 23 Juli-12 Oktober 2012, Rik/Uji Psikologi dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2012. Sedagkan pelaksanaan Rik/Uji Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Wawancara dan Psikologi Tingkat Pusat, dimulai pada tanggal 22-28 Oktober 2012.

“Panitia tidak memungut biaya apapun, dan panitia mengimbau, hendaknya para eserta seleksi menghindari praktik-praktik yang bersifat pungli/kolusi atau KKN,” ujarnya. (red)


source : surabayakita.com
Baca lebih lanjut →

Daftar PDAM Hanya Rp 300 Ribu, Lewat OBA



Kesempatan bagi warga tidak mampu bisa menikmati air PDAM Surabaya dengan menjadi pelanggan.

Selama ini masih banyak berpenghasilan rendah yang belum bisa tercatat sebagai pelanggan PDAM Surabaya karena biaya penyambungan pipa relatif mahal.

Namun kali ini masalah tersebut sedikit terbantu dengan pembiayaan dari Pemerintah Pusat, Bank Dunia dan Pemerintah Kota Surabaya. Bantuan diberikan  melalui Program OBA (Output Based Aid) berupa  bantuan pemasangan sambungan rumah (SR) PDAM kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Melalui OBA ini, masyarakat tidak mampu hanya diwajibkan membayar biaya penyambungan pipa PDAM sebesar Rp 300 ribu. Biaya ini jauh lebih murah ketimbang biaya penyambungan pipa PDAM pada umumnya.

"Masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) setempat dengan membawa persyaratan yang ditentukan," ungkap Ary Wiludjeng, Plt Kepala Unit Humas PDAM Surya Sembada Surabaya, Jumat (22/6/2012).

Syarat pendaftaran antara lain, Fotocopy KTP dan KSK,  Fotocopy SPPT PBB,  Fotocopy Rekening Listrik 1.300 VA,  Fotocopy Surat Tanah atau surat pernyataan kepemilikan bangunan (disediakan di BKM atau di tempat pendaftaran).

Pendaftaran tgl. 25 – 29 Juni 2012 Pkl 09.00 – 15.00 WIB , datang langsung di kantor Kecamatan Sawahan Jl. Dukuh Kupang 83A dan Kec. Kenjeran di Pendopo Kel. Tanah Kali Kedinding Jl. Suramadu.

Informasi lebih lanjut Unit Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya 031–5041815  atau Fasilitator  Marta 031-83236749  atau Zainul 031-72575024.(red)

source: surabayakita.com
Baca lebih lanjut →

Selasa, 26 Juni 2012

PT Gora Gahana Harus Hentikan Pengerukan Pasir






Penambangan pasir di pesisir Suramadu yang dilakukan PT Gora Gahana terus menuai kontroversi. Kemarin, Komisi D DPRD Jatim merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) masalah tersebut. Permintaan tersebut diungkapkan dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi D DPRD Jatim dengan Forum Masyarakat Pesisir Suramadu (FPSM),Dinas ESDM,Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim dan PT Gora Bahana. Dalam hearing tersebut,Komisi D mendapati banyak kejanggalan pada penambangan tersebut. Di antaranya soal hukum administrasi izin penambangan hingga kerusakan lingkungan hidup di wilayah pesisir Suramadu.

Bahkan dalam kesempatan itu juga muncul empat rekomendasi.  “Dalam rekomendasi tersebut, pihaknya akan berkirim surat melalui pimpinan DPRD Jatim ke Polda Jatim dengan tembusan ke Pangarmatim TNI AL untuk memberikan jaminan hukum kepada masyarakat Nambangan, Cumpat Surabaya dan nelayan pesisir Suramadu dari intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” ujar Agus Salim, pimpinan hearing.

Dijelaskannya, belakangan ini warga Nambangan dan Cumpat sudah mendapatkan intimidasi dari oknum-oknum tertentu atas penolakan rencana pengerukan pasir oleh PT Gora Gahana. ”Rekomendasi kedua yaitu meminta pada Dinas ESDM dan BLH me-reviewizin amdal PT Gora Gahana sesuai dengan PP No.27/ 2012 tentang Amdal, disertai kejelasan batas-batas GPS lokasi penambangan,”kata Agus Salim.

Rekomendasi ketiga adalah moratorium seluruh pemberian izin dan aktivitas penambangan di wilayah pesisir Suramadu. Dampak dari penambangan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan hidup di pesisir Suramadu makin parah. Selama ini sudah terjadi kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir sejak 1986. Rekomendasi yang terakhir supaya bidang Pembangunan akan mengusulkan pembentukan Pansus tentang Penambangan Pasir di Pesisir Suramadu dilakukan PT Gora Gahana.

Rencana penambangan pasir seluas 510 hektare itu bisa merusak lingkungan dan mengancam keberadaan jembatan Suramadu.” Kalau dewan mengusulkan me-review izin amdalnya, kami juga setuju. Sebab izin amdal PT Gora Gahana mengacu 2006 sebelum adanya Jembatan Suramadu,”kata Kepala Dinas ESDM Jatim Dewi J Putriani***dhe-sin

LAPORAN : DHEO FALDI RISWANDA
SURABAYA – source : SURABAYAWEBS.COM
Baca lebih lanjut →

Sabtu, 23 Juni 2012

SELURUH WARGA NAMBANGAN CUMPAT SURABAYA BERSUMPAH TOLAK PENGERUKAN PASIR



SELURUH WARGA NAMBANGAN CUMPAT, KEL. KEDUNG COWEK, KEC. BULAK 
KOTA SURABAYA 
"SEPAKAT  DAN BERSUMPAH AKAN TERUS MENOLAK PENGERUKAN PASIR DI SELAT MADURA"


Jum'at, 22 Juni 2012


Tak seperti biasanya kampung Nambangan Cumpat ini berjibun banyak orang disepanjang jalan dari ujung utara (masjid al-Mabrur Nambangan) sampai dengan Pasar Sentra Ikan (Pojok Cumpat) 

Banyak anak-anak dan orang dewasa membawa obor sambil bersholawat, bagian depan barisan membawa spanduk penolakan pengerukan pasir. Barisan yang terdiri dari anak-anak dan orang tua baik bapak-bapak maupun ibu-ibu ikut serta dalam parade tersebut. 

Parade yang dilakukan sebagai pembukaan acara istighosah itu dilaksankan setelah Sholat Maghrib. Semangat anak-anak, pemuda dan orang tua yang begitu besar dengan melantangkan suara mereka sampai seluruh warga menjadi keluar dan melihat parade tersebut. 

Setelah sholat isya' acara istighosah dilangsungkan dengan sangat sederhana di pertigaan Nambangan Cumpat (sebelah timur Kelurahan Kedung Cowek) dengan menggelar tikar di jalan yang berpusat di pertigaan Nambangan Cumpat warga mulai memanjatkan do'a dengan khusuk, seluruh warga menga"amin"kan agar pengerukan dihentikan. 

Melihat pada waktu 1980an pantai mereka yang masih banyak pasir dan dapat dipergunakan sebagai tempat lapangan bermain anak-anak, tapi sekarang setelah beberapa pengerukan yang dilakukan setelah tahun tersebut sampai dengan tahun 2012 ini warga mulai merasa was-was karena erosi air laut yang mulai mengikis habis pasir disekitar daratan akibat pengerukan. "Bila dibandingkan dari tahun 1980 sampai dengan sekarang 2012 pasir berkurang sekitar 2 meter dari daratan" ungkap misbah salah satu warga. 

acarapun berlanjut pada ceramah pemuka agama. "semua warga harus bersatu, jangan ada perpecahan. kita semua saudara" ungkap pemuka agama tersebut sambil menyindir spanduk yang bertuliskan seperti ini : 





 "Ojok ngawur rek, nek kenek dolormu dewe iku yaopo? (jangan ngawur, kalau kena saudaramu sendiri bagaimana?) Buat kata-kata yang santai saja, jangan pakai emosi" ungkap pemuka agama tersebut. "yang sudah mendapat bagian biarkan saja, toh ada undang-undangnya" lanjutnya. 

Semua harus bersatu, seng oleh sogok'an teko Pengeruk ojok dimungsui nemen-nemen, ayo di rangkul (Semua harus besatu, yang dapat uang sogokan dari pengeruk jangan terlalu dimusuhi, ayo dirangkul), kalau kita saling bertengkar, pengeruklah yang senang" ungkap pemuka agama.

Coba anda bayangkan, pasir di sekitar selat madura akan diambil untuk menguruk lahan sekitar 540 hektar.  berapa juta truk yang terambil? kalau kita membeli di galangan 1 truknya berapa? kalau dikalikan berjuta-juta? kalau diambil warga sekitar bisa pensiun dini semua warga disini" sambil memberikan lelucon kecil. Anda tidak melihat Masjid tanggulnya mulai ambrol, warga yang rumahnya berdekatan laut tidak bisa tidur karena rumahnya terhantam ombak?"ungkapnya lagi.

Dan acara kejutan terakhir yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga terkait yakni dipanggilnya seluruh pengurus RT, RW, Ketua Nelayan Nambangan Cumpat untuk bersumpah di depan masyarakat bahwa mereka akan selalu menolak pengerukan, hal tersebut dilakukan oleh pemuka agama agar tidak timbul kesalah pahaman antara warga dan Pengurus setempat. dimana akan adanya pengumpulan KTP oleh Kepanjangan tangan/suruhan "PT. Pengeruk" yang diberikan uang langsung sebesar 400ribu dan TV sebagai uang persetujuan/istilahnya sogokan.

Ada beberapa pengurus RT dan tokoh masyarakat yang terkena "goncangan uang" yang dilakukan oleh "PT. Pengeruk" akan tetapi melihat penolakan yang dilakukan oleh seluruh warga akhirnya RT ini juga menolak akan pengerukan dan mengembalikan dana. Sebut saja Cak Ham, yang menjadi sasaran empuk pembicaraan Pemuka Agama waktu itu.


Cerita Sedikit dari Ketua Nelayan :

"Saya kemarin mau dikasih uang 650.000.000,- oleh perwakilan "PT. pengeruk" agar seluruh warga setuju akan pengerukan nantinya dan uang sebesar 15 juta sebagai biaya operasional" ungkap ketua nelayan nambangan. "terus siapa yang vokal disini?" tanya humas PT pengeruk kapada Ketua Nelayan, disebutkan ada beberapa orang termasuk pengurus RT dan RW Nambangan Cumpat. 

Ada 1 RT yang setuju dan lainnya tidak setuju termasuk RW Nambangan Cumpat. dan Humas PT Pengeruk inipun tidak kehilangan cara, dia berhasil merekrut beberapa orang di wilayah Nambangan (tetangga saya sendiri) dan beberapa orang lagi di Wilayah Cumpat (Tokoh Pemuka)


Kesimpulan : 
Saya sebagai warga Nambangan Cumpat sendiri merasa prihatin atas apa yang dialami oleh warga sekitar, walaupun pekerjaan saya bukan sebagai seorang nelayan, tetapi melihat orang-orang bekerja malam pulang siang dari laut tanpa membawa hasil karena lahan mereka telah diganggu dan tempat tinggal mereka terancam roboh, masya Allah .. demi pembangunan kok masyarakat kecil yang jadi korban. Dimana letak :
1. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 
2. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 
(Item Pancasila yang selama ini sebagai Pedoman Negara)

3. dll



"Jangan hanya memandang untung dan rugi, coba renungkan jika kita berada diposisi mereka"

Sumber :
- Observasi Langsung, Cerita Langsung dari warga
- Suara Surabaya.net

Penulis : Semutlanank, Warga Nambangan 

NB: Tulisan Acak (maaf saya juga bukan jurnalis) 


Baca lebih lanjut →

Sabtu, 06 Agustus 2011

Jam Raksasa Mekkah Sudah Beroperasi


The Mecca Royal Clock Tower, jam tertinggi nomor dua di dunia sudah berdetak. Operasional jam raksasa di belakang Masjidil Haram tersebut dimulai tepat 1 Ramadan 1432 Hijriah.

Jam raksasa ini punya banyak keistimewaan. Suara azan yang keluar dari jam bisa terdengar hingga tujuh kilometer. Sementara nyala lampu hijau dan putih saat adzan bisa terlihat hingga jarak 30 kilometer.
Wajah jam juga dapat berganti warna. Bila siang, wajah jam berwarna putih. Bila malam menjadi hijau dan putih. Jam raksasa ini berada di atas King Abdul Aziz Endwoment Project.  Sebuah kompleks megah yang terdiri atas tujuh menara.
"Semua persiapan untuk menerima tamu saat Ramadan di hotel sudah lengkap. Seluruh kamar dan suite roomsudah bernuansa Ramadan," kata Direktur Telekomunikasi dan Promosi Bisnis Fairmont Raffles Hotels International, Khaled Yamaq.
Tinggi menara jam ini mencapai 601 meter dengan 76 lantai. Menara jam memiliki 858 kamar suite yang pemandangan dari jendelanya menghadap ke Masjidil Haram.
Untuk upacara dimulainya operasional jam The Mecca Royal Clock Tower akan didahului oleh tujuh kali tembakan meriam. (Sumber: Republika)
Baca lebih lanjut →

Rabu, 22 Juni 2011

SENTRA IKAN BULAK - CUMPAT MANGKRAK



SP/Iwan Hariyanto
PASAR Ikan Bulak yang terlihat mangkrak.
Setelah diduga ada kesalahan desain bangunan

SURABAYA  –  Proyek pembangunan sentra Pasar Ikan Bulak yang dikerjakan sejak awal 2010 kini mangkrak. Pembangunan sentra ikan yang menghabiskan dana Rp 22 miliar itu diharapkan bisa menampung hasil ikan nelayan di kawasan Bulak Cumpat dan sekitarnya terlohat  macet. Tidak ada kegaiatan penyelesaian pembangunannya sama sekali.
Dari pengamatan Surabaya Post, Jumat (17/6), area sentra ikan yang luasnya sekitar 2.000 meter persegi itu terlihat hanya dipagari seng. Kemudian di depan pintu pagar seng hanya ditunggui sejumlah petugas Satpam. Sebenarnya, sudah tinggal finishing. Bangunannya terdiri dari dua lantai dibuat ini terkesan modern. Bagian bawah untuk stan penjual ikan dan hasil laut yang basah sedangkan lantai atas untuk hasil laut yang kering dan sudah diolah juga untuk penjualan souvenir. “Sebagian besar bangunan memang sudah diselesaikan dan sekarang tinggal pembangunan tahap ketiga,” kata  Amin, petugas keamanan Pasar Ikan Bulak.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Sachiroel Alim menyayangkan, atas macetnya pembangunan sentra ikan Bulak Cumpat tersebut. Sebab, seharusnya sentra ikan sudah selesai tahun ini dan hasil pembangunannya bisa dinikamti nelayan Bulak Cumpat dan sekitarnya. “Kami tentu menyayangkannya dan akan meminta pihak Pemkot segara meneruskan pembangunannya,” ungkap dia, Sabtu (18/6).

Bahkan, kata dia, berdasarkan informasi  Pemkot pembangunan sentra ikan itu salah desain. “Kasep, kalau sekarang Pemkot baru mengatakan sentra ikan itu salah desain. Seharusnya, sejak Bu Risma (walikota Tri Rismaharini) jadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) sentra itu sudah salah desain. Kenapa baru sekarang dimunculkan,” tambahnya.

Di awal 2010 Komisi C sidak ke sentra itu. Saat sidak tangga untuk naik ke lantai dua tidak diposisikan pada posisi yang bagus. Tangganya diposisikan di samping kiri dan kanan. Padahal yang bagus diposisikan di bagian depan sehingga pengunjung dengan mudah naik ke lantai dua.
Selain itu, di bagian depannya akan ditutup dengan rolling door. Tujuannya, untuk keamanan. Tapi, hal itu tidak dilakukan. Terkait dengan kesalahan desain ini, yang salah adalah Bappeko selaku pembuat perencanaan. “Kalau dicari siapa yang salah atas kesalahan desaian tersebut, ya, Bappeko yang salah. Karena itu, Bu Risma harus ikut bertanggungjawab  karena beliaunya saat itu masih kepala Bappeko,” ungkapnya. 

Dalam pembangunan sentra ini Pemkot terkesan asal-asalan. Hasil pembangunannya tidak memiliki kualitas yang bagus. 

Banyaknya kesalahan desain ini, lanjut dia, praktis akan membuat belanja proyek merugi. Pasalnya beberapa bagian bangunan yang dianggap keliru dan sudah terlanjur dipasang tentu akan dibongkar. Di antaranya, penutup hujan, skat stan serta rolling door.

Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Samsul Arifin mengakui, kesalahan desain itu. Karenanya pihaknya segera mendesain kembali seperti semula. Kesalahan desain tersebut sejatinya bukan karena kesengajaan, tetapi  atas pertimbangan kondisi dan permintaan calon pedagang.

“Dalam desain, penutup juga ada. Hanya kondisinya tidak rapat. Sedangkan untuk rolling door dan skat kios, itu karena ada permintaan pedagang. Tetapi tidak masalah, kami akan segera mendesain ulang,” tuturnya.

Terkait dengan ini, pihaknya juga menampik ada kerugian besar atas kesalahan itu. Sebab beberapa bagian yang dibongkar tetap bisa dimanfaatkan kembali. “Pengeluaran kami tidak banyak kok, yakni hanya pembongkaran 20 unit rolling door dengan nilai sekitar Rp 100 juta,” ujarnya.

Selain itu, kata Syamsul, desain lain yang dianggap tidak sesuai adalah pemasangan pagar pembatas pada bagian depan bangunan sentra Bulak. Menurutnya, pemasangan pagar justru akan menghalangi pandangan terhadap stan.  “Sejak awal kami ingin sentra ini dibuat terbuka. Tujuannya, view (Pemandangan laut) terlihat dari sentra ini. Begitu juga masyarakat yang melintas. Sehingga mereka tertarik untuk masuk,” ungkapnya.

Sejumlah nelayan di kawasan Bulak Cumpat mendesak, agar pasar ikan ini segera diselesaikan agar segera bisa menjual hasil tangkapanya ke pasar ikan. Nelayan sudah menunggu cukup lama, karena sudah dijanjikan akan mendapat prioritas menempati stan tersebut. “Sudah ditunggu lama tapi belum dibuka-buka pasarnya,” keluh Sahrin, Wakil Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek. 

Sumber : Surabayapost
Baca lebih lanjut →

CAMAT BULAK RESMIKAN AGENDA KERJA PROGRAM KB




Surabaya / lidiknews, Program Keluarga Berencana (PKB) merupakan salah-satu program dari pemerintah guna mengentas kemiskinan. Kegiatannya pun meliputi kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan kesertaan PUS (Pasangan Usia Subur) dalam mengikuti program KB.

Program pemerintah tersebut, Kamis (07/04/2011) kembali dilaksanakan di Aula kantor Kecamatan Bulak Jalan. Kyai Tambak Deres No. 252 Surabaya, dengan agenda program kerja Keluarga Berencana yang secara resmi dibuka oleh Drs. Rahmad Basuki, Msi selaku kepala kantor Kecamatan Bulak.
Rahmad Basuki mengatakan jika pelaksanaan program kerja PKB tersebut digelar, bertujuan untuk meningkatkan peran aktif para pengelola dan pelaksana program keluarga berencana. Selain itu, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat khususnya yang masuk katagori PUS agar mengerti dan mau mengikuti program KB, kata Camat Bulak Kamis (7/4) siang di ruang kantornya.
Karena apa, masih kata Rahmad, bu wali saat sidak di lokasi stren kali beberapa waktu yang lalu berasumsi dan berpikiran bahwa untuk program KB di wilayah Bulak tidak berhasil. Karenanya, kami segera melakukan koordinasi dengan menggelar acara program kerja PKB Kecamatan Bulak dengan melibatkan pihak terkait diantaranya, para lurah, kepala puskesmas, tim penggerak PKK, Bappemas serta para kader BPKBK, ungkap camat pecinta sholawat nariyah ini.


Drs. Rahmad Basuki, Msi menambahkan, paling tidak tiap pasangan itu memililki dua anak saja sudah cukup mas (LIDIKnews). Karena apa dengan tanggungan anak yang sedikit pula mereka kan bisa mengatur kebutuhan hidup serta memaksimalkan pendidikanya. Sehingga dengan hal itu akan tercipta SDM yang baik pula bagi warga disini, pungkasnya (toha)

Sumber: vivanews
Baca lebih lanjut →

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google