Setelah diduga ada kesalahan desain bangunan SURABAYA – Proyek pembangunan sentra Pasar Ikan Bulak yang dikerjakan sejak awal 2010 kini mangkrak. Pembangunan sentra ikan yang menghabiskan dana Rp 22 miliar itu diharapkan bisa menampung hasil ikan nelayan di kawasan Bulak Cumpat dan sekitarnya terlohat macet. Tidak ada kegaiatan penyelesaian pembangunannya sama sekali. Dari pengamatan Surabaya Post, Jumat (17/6), area sentra ikan yang luasnya sekitar 2.000 meter persegi itu terlihat hanya dipagari seng. Kemudian di depan pintu pagar seng hanya ditunggui sejumlah petugas Satpam. Sebenarnya, sudah tinggal finishing. Bangunannya terdiri dari dua lantai dibuat ini terkesan modern. Bagian bawah untuk stan penjual ikan dan hasil laut yang basah sedangkan lantai atas untuk hasil laut yang kering dan sudah diolah juga untuk penjualan souvenir. “Sebagian besar bangunan memang sudah diselesaikan dan sekarang tinggal pembangunan tahap ketiga,” kata Amin, petugas keamanan Pasar Ikan Bulak. Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Sachiroel Alim menyayangkan, atas macetnya pembangunan sentra ikan Bulak Cumpat tersebut. Sebab, seharusnya sentra ikan sudah selesai tahun ini dan hasil pembangunannya bisa dinikamti nelayan Bulak Cumpat dan sekitarnya. “Kami tentu menyayangkannya dan akan meminta pihak Pemkot segara meneruskan pembangunannya,” ungkap dia, Sabtu (18/6). Bahkan, kata dia, berdasarkan informasi Pemkot pembangunan sentra ikan itu salah desain. “Kasep, kalau sekarang Pemkot baru mengatakan sentra ikan itu salah desain. Seharusnya, sejak Bu Risma (walikota Tri Rismaharini) jadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) sentra itu sudah salah desain. Kenapa baru sekarang dimunculkan,” tambahnya. Di awal 2010 Komisi C sidak ke sentra itu. Saat sidak tangga untuk naik ke lantai dua tidak diposisikan pada posisi yang bagus. Tangganya diposisikan di samping kiri dan kanan. Padahal yang bagus diposisikan di bagian depan sehingga pengunjung dengan mudah naik ke lantai dua. Selain itu, di bagian depannya akan ditutup dengan rolling door. Tujuannya, untuk keamanan. Tapi, hal itu tidak dilakukan. Terkait dengan kesalahan desain ini, yang salah adalah Bappeko selaku pembuat perencanaan. “Kalau dicari siapa yang salah atas kesalahan desaian tersebut, ya, Bappeko yang salah. Karena itu, Bu Risma harus ikut bertanggungjawab karena beliaunya saat itu masih kepala Bappeko,” ungkapnya. Dalam pembangunan sentra ini Pemkot terkesan asal-asalan. Hasil pembangunannya tidak memiliki kualitas yang bagus. Banyaknya kesalahan desain ini, lanjut dia, praktis akan membuat belanja proyek merugi. Pasalnya beberapa bagian bangunan yang dianggap keliru dan sudah terlanjur dipasang tentu akan dibongkar. Di antaranya, penutup hujan, skat stan serta rolling door. Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Samsul Arifin mengakui, kesalahan desain itu. Karenanya pihaknya segera mendesain kembali seperti semula. Kesalahan desain tersebut sejatinya bukan karena kesengajaan, tetapi atas pertimbangan kondisi dan permintaan calon pedagang. “Dalam desain, penutup juga ada. Hanya kondisinya tidak rapat. Sedangkan untuk rolling door dan skat kios, itu karena ada permintaan pedagang. Tetapi tidak masalah, kami akan segera mendesain ulang,” tuturnya. Terkait dengan ini, pihaknya juga menampik ada kerugian besar atas kesalahan itu. Sebab beberapa bagian yang dibongkar tetap bisa dimanfaatkan kembali. “Pengeluaran kami tidak banyak kok, yakni hanya pembongkaran 20 unit rolling door dengan nilai sekitar Rp 100 juta,” ujarnya. Selain itu, kata Syamsul, desain lain yang dianggap tidak sesuai adalah pemasangan pagar pembatas pada bagian depan bangunan sentra Bulak. Menurutnya, pemasangan pagar justru akan menghalangi pandangan terhadap stan. “Sejak awal kami ingin sentra ini dibuat terbuka. Tujuannya, view (Pemandangan laut) terlihat dari sentra ini. Begitu juga masyarakat yang melintas. Sehingga mereka tertarik untuk masuk,” ungkapnya. Sejumlah nelayan di kawasan Bulak Cumpat mendesak, agar pasar ikan ini segera diselesaikan agar segera bisa menjual hasil tangkapanya ke pasar ikan. Nelayan sudah menunggu cukup lama, karena sudah dijanjikan akan mendapat prioritas menempati stan tersebut. “Sudah ditunggu lama tapi belum dibuka-buka pasarnya,” keluh Sahrin, Wakil Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek. Sumber : Surabayapost | |||||||
Rabu, 22 Juni 2011
SENTRA IKAN BULAK - CUMPAT MANGKRAK
CAMAT BULAK RESMIKAN AGENDA KERJA PROGRAM KB
kamis, 07 April 2011 12:30
Surabaya / lidiknews, Program Keluarga Berencana (PKB) merupakan salah-satu program dari pemerintah guna mengentas kemiskinan. Kegiatannya pun meliputi kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan kesertaan PUS (Pasangan Usia Subur) dalam mengikuti program KB.
Program pemerintah tersebut, Kamis (07/04/2011) kembali dilaksanakan di Aula kantor Kecamatan Bulak Jalan. Kyai Tambak Deres No. 252 Surabaya, dengan agenda program kerja Keluarga Berencana yang secara resmi dibuka oleh Drs. Rahmad Basuki, Msi selaku kepala kantor Kecamatan Bulak.
Rahmad Basuki mengatakan jika pelaksanaan program kerja PKB tersebut digelar, bertujuan untuk meningkatkan peran aktif para pengelola dan pelaksana program keluarga berencana. Selain itu, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat khususnya yang masuk katagori PUS agar mengerti dan mau mengikuti program KB, kata Camat Bulak Kamis (7/4) siang di ruang kantornya.
Karena apa, masih kata Rahmad, bu wali saat sidak di lokasi stren kali beberapa waktu yang lalu berasumsi dan berpikiran bahwa untuk program KB di wilayah Bulak tidak berhasil. Karenanya, kami segera melakukan koordinasi dengan menggelar acara program kerja PKB Kecamatan Bulak dengan melibatkan pihak terkait diantaranya, para lurah, kepala puskesmas, tim penggerak PKK, Bappemas serta para kader BPKBK, ungkap camat pecinta sholawat nariyah ini.
Drs. Rahmad Basuki, Msi menambahkan, paling tidak tiap pasangan itu memililki dua anak saja sudah cukup mas (LIDIKnews). Karena apa dengan tanggungan anak yang sedikit pula mereka kan bisa mengatur kebutuhan hidup serta memaksimalkan pendidikanya. Sehingga dengan hal itu akan tercipta SDM yang baik pula bagi warga disini, pungkasnya (toha)
Sumber: vivanews
Selasa, 21 Juni 2011
LOMBA PERAHU LAYAR
SURABAYA, 18/6 /2011. Puluhan perahu layar berjajar memacu kecepatan untuk sampai di garis finish di perairan pantai Kenjeran Surabaya, Sabtu (18/6/2011). Acara yang diikuti Puluhan perahu layar dari berbagai kota di jawa timur ini sangat meriah dengan masyarakat yang melihat dari tepi pantai maupun di atas kapal.
Berbagai warna layar juga tampak di perlombaan ini, ada layar berwarna mirip bendera negara Belanda, layar yang dihias dengan gambar naga, logo pemerintah kota dan bonek, bahkan juga ada yang membuat replika kepala burung garuda ditempatkan di haluan perahu. Ada juga yang membuat perahu layar kecil
Acara perlombaan Balap Perahu Layar yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya ini diadakan di Taman Hiburan Pantai Kenjeran Surabaya dalam rangka memperingati harimulang tahun (HUT) kota Surabaya yang ke 718. (Didik)
Senin, 13 Juni 2011
Kurang Tidur Berefek Mematikan
Tidur terlalu larut bisa menjadi menjadi bom waktu bagi kesehatan dan berakibat mematikan karena berisiko serangan jantung dan stroke. Demikian kesimpulan hasil penelitian yang menganalisis data lebih dari 470.000 orang di delapan negara.
“Jika tidur kurang dari 6 jam setiap malam dan sering mengalami gangguan tidur, Anda berisiko 48 persen terkena serangan jantung mematikan dan 15 persen terkena stroke,” kata Dr Francesco Cappucino dari Warwick Medical School, Inggris.
Dalam siaran persnya, para peneliti mengungkapkan kurang tidur yang kronis atau sudah berlangsung lama akan menyebabkan tubuh memproduksi hormon dan zat kimia tertentu yang akan meningkatkan risiko terbentuknya penyakit jantung dan stroke, tekanan darah tinggi dan kolesterol, serta diabetes dan obesitas.
“Tantangan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi membuat kebanyakan orang mengorbankan waktu tidurnya. Padahal dengan melakukan hal tersebut, kita membahayakan kesehatan karena meningkatkan risiko stroke atau penyakit jantung,” kata Cappuccio dalam riset yang dipublikasikan di European Heart Journal.
Tidur selama tujuh jam setiap malam disebutkan akan melindungi kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Langganan:
Postingan (Atom)
